PROSEDUR PELAYANAN ADMINISTRASI UNIT RAWAT JALAN

Pelayanan Administrasi Rumah Sakit

Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dahlan, dkk., 1995:646) menyatakan pelayanan ialah “usaha melayani kebutuhan orang lain”. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.

Administrasi secara sempit didefinisikan sebagai penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi secara sempit ini lebih dikenal dengan istilah Tata Usaha.

Rumah sakit itu adalah sebuah fasilitas, sebuah institusi dan sebuah organisasi. Untuk mengatur sebuah rumah sakit dengan baik maka seseorang harus mendefinisikan dengan tepat, mengetahui fungsi dan tujuan, mengetahui ruang lingkup serta administrasi yang dijalankan dan hambatan yang dilalui sebuah rumah sakit. (Tjandra, 2004)

Administrasi rumah sakit adalah suatu proses kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan penilaian terhadap sumber, tatacara, dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhituntutan terhadap kesehatan, perawatan serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditujukan kepada perseorangan, keluarga, kelompok atau masyarakat (Azrul, 2010).

Menurut Azrul Azwar dalam bukunya “Pengantar Ilmu Administrasi Kesehatan” fungsi administrasi dibedakan atas 4 macam, yakni :

  1. Perencanaan termasuk perencanaan pembiayaan.
  2. Pengorganisasian, yang di dalamnya termasuk penyusunan staff.
  3. Pelaksanaan, yang di dalamnya termasuk pengerahan dan pengkoordinasian.
  4. Penilaian, yakni dalam rangka melihat apakah rencana yang telah disusun dapat dicapai atau tidak.

Dalam pencapaian tujuan tersebut, administrasi kesehatan melibatkan banyak pihak, diantaranya pemerintah, asuransi, apotik, dan rumah sakit. Namun dalam administrasi kesehatan ini tidak hanya pelayanan pengobatan tetapi juga bersifat preventif (pencegahan).

Menurut Azrul Azwar dalam bukunya, mengatakan karena keadaan sehat yang ingin dicapai adalah untuk seluruh masyarakat, dan untuk itu setiap orang seyogyanya menerapkan prinsip kesehatan masyarakat, maka dalam membicarakan administrasi kesehatan tidak boleh pula melepaskan diri dari konsep ilmu kesehatan masyarakat.

 

Prosedur Administrasi Unit Rawat Jalan

  1. Pasien datang di bagian admisi dan diterima oleh petugas admisi;
  2. Petugas menanyakan apakah pasien tersebut merupakan pasien baru (pasien yang baru pertama kali berkunjung, tidak membawa kartu berobat dan kehilangan kartu) atau pasien lama;
  3. Jika pasien tersebut adalah pasien baru, maka petugas pendaftaran mendaftar pasien sbb:
    1. Petugas pendaftaran melengkapi formulir rekam medis penerimaan pasien baru dengan mewawancarai pasien tersebut;
    2. Petugas pendaftaran mencetak KIB (Kartu Identitas Berobat) dan IUP (Index Utama Pasien);
    3. Petugas pendaftaran menyerahkan KIB kepada pasien;
    4. Petugas pendaftaran membawa formulir rekam medis pasien kepoli / unit pelayanan yang dituju;
    5. Di Unit Pelayanan / Poliklinik:
    6. Petugas di unit pelayanan memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien;
    7. Apakah pasien perlu dirujuk ke unit pelayanan penunjang yang lain?
    8. Jika Ya petugas, maka petugas membawa formulir rujukan ke unit yang dituju;
    9. Jika tidak, maka pasien / keluarganya dipersilahkan mengambil obat di bagian farmasi;
    10. Kemudian petugas mempersilahkan pasien menyelesaikan administrasi pembayaran di kasir.
  4. Jika pasien tersebut adalah pasien lama, maka petugas pendaftaran mendaftar pasien sebagai berikut:
    1. Petugas menerima dan meneliti kartu identitas berobat pasien;
    2. Petugas pendaftaran mendaftar pasien sesuai dengan pelayanan yang akan dituju dengan mewawancarai pasien tersebut;
    3. Petugas membuat tracer berdasarkan KIB pasien;
    4. Petugas mengambil berkas rekam medis pasien ke Filing sesuai dengan tracer tersebut;
  5. Apakah berkas rekam medis pasien sudah terkumpul?
    1. Jika berkas belum terkumpul, maka petugas menunggu sampai berkas terkumpul banyak di bagian admisi;
    2. Jika berkas sudah terkumpul, maka petugas mendistribusikan semua berkas rekam medis pasien ke poliklinik yang dituju;
    3. Di Unit Pelayanan / Poliklinik:
    4. Petugas di unit pelayanan memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien;
    5. Apakah pasien perlu dirujuk ke unit pelayanan penunjang yang lain?
    6. Jika Ya, maka petugas membawa formulir ke unit yang dituju;
    7. Jika tidak maka pasien dipersilahkan mengambil obat di bagian farmasi;
    8. Petugas mempersilahkan pasien menyelesaikan administrasi pembayaran di kasir;
    9. Petugas mempersilahkan pasien pulang;
  6. Jika prosedur diatas tidak diindahkan oleh petugas admisi dan terkait, maka, petugas yang bersangkutan mendapatkan sangsi oleh pihak manajemen maupun direktur.

 

picture1

1

 

Daftar Pustaka

Aditama, Tjandra Yoga. 2003. Manajemen Administrasi Rumah Sakit. Jakarta : UI-Press

Azwar. Azrul. 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta : PT Bina Rupa Aksara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s